fosilram

FOSILRAM
Science Centre for Education and Training System
www.fosilram.tk
mailing list
http://groups.yahoo.com/group/fosilram
email :
fosilram@yahoo.com
Majalah LIGHT
light_magazines@yahoo.com
Hotline
Ikhwan : 0818 648 142
Akhwat : 0816 136 0797
   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


Glowing Titan (Bulannya Saturnus)



Milky Way

FISIKA di FOSILRAM
Membangun Komunitas Sains Dari/Di Masjid Sekolah


NU BAHASA INGGRIS
Existence of SubAtomic Particle
Future of BioTechnology
Conceptual of Quantum Mechanics
The Expanding Universe

SERIAL CATATAN SEORANG AKHI

Surat Untuk Bidadari
Yang Cantik Yang Dinamis
Mengapa Harus Cantik
Biarkan (nanti) Aku Jatuh Cinta Padamu
Keadilan Kecantikan
Bimbang
Harmonisasi Kecantikan



Guru-guru Kami (Abadi)

Ust.Muslim Zaenuddin
Ust.Abdurrahman Faiqo
dr.Ema
Bunda Epi
Bunda Drs. Endang, MSi
Freddy P. Zen, DSc
Umi Erni
Pak Rasyid
Prof. Anang Z. Gani
Bang Aswi

Dewan Pendamping
Sepanjang Sejarah

Yulan Andriani
Reza Ervani
Yudi Cahyadi
Ira Martriani
Ana Mardiyati
Rosa Linda
Rosmalia Heni
Maya Amaliah
Yuli Rahmawati
Wiwid Wardiyah
Suherman HB
Asri
Dede Supriadi
Budi
Ros Roswati
Deny Adriyadi
Peni [Cianjur]
Ida [Cianjur]
Ade Harto [Jakarta]
Anita
Prawira Kusuma [Cianjur]
San San Zaenuddin [Cianjur]
Agung Trisetyarso [Jerman]
Yuandi Oktarinda [Where r u now ?]
Yudo [Jakarta]
Asep Bustanil Arifin [We lost u ...]
Euis Sariningsih
Hida Farida
Kang Herry
Teh Tuti


Are You Here ? FOSILRAMers

Aam
Eli Laili Nur Fajriah
Andi
Khaerani
Agnesa Nurwindia
Marini
Misra Sumarni
Mulyadi
Rahmat Hidayat
Luthfia Hastiani Muharram
Erna Rumdani
Hamzah Fatdri Ulhaq
Muhammad Ishaq
Yoga Pratama
Nuraeni
Ira Sri Martini
Lendra Mulya Pratiwi
Febi
Eri Priatna
Murti Ningsih
Asep Samsudin
Santi Rohaeti
Resti
Nouvan
Ridwan
Neng Anih
Furgan
Pathah Fajar Mubarok
Eka
Rika Amela
Yuyun Karmila
Yuli Yulianti
Rusdian
Yuta
Tripuji
Devi Nurdiani Putri
Firmansyah
Givi Devira Ramadhy
Pevi Karamina Putri
Elvan
Airin
Hani
Siti
Nelis
Asep Abdul Khadir
Febriansyah
Salman
Yudi DA
Aisyaroh
Yudistira
Ridwan Setiawan
Angga Kusuma
Rahmat Bayu
Mochammad Yamin
Firman .P
Titi S.
Reni Harianti
Rani Rahmawati
Nurhalimah
Ai Nurhasanah
Ipah Saripah
Sofini Anggraeni
Nur Samsiah
Isum
Nurhalimah

full listing ? tunggu yaaaa

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, December 09, 2006
Melati

Melati, Fragmen Kecil Bersama Bunda
Oleh : Reza Ervani



Diantara kaki pohon kelapa kebun rumahku di kampung, dua puluh tahun yang lewat, pertama kali cerita tentang ketegaran yang indah kudengar ...

Bahkan jika harapan adalah satu-satu kebaikan dari kotak pandora,
Kenangan bumi lahir selalu memenuhi sudut-sudutnya dengan harapan suatu saat mampu menang atas ruang-ruang keputusasaan

Satu kenangan lahir hari itu,
Siang teduh yang indah, beberapa depa dari pintu dapur bertanah liat.
Hasrat pengetahuan seorang bocah kecil menemukan muara sesosok pohon mungil dengan bunga putih yang cantik.

Kucium ...
Bahagia, rasa yang menyusup di sela jiwa yang saat itu tidak terpahami seutuhnya.

"Mak, ini bunge ape ..."
"Yang mane ?"
"Ni, yang kecik ..."
"Wangi ?'
"Iye"

Sebuah binar mata indah menyempurnakan keberadaan siang
"Ooo, itu bunge melati"
"..."
"Jangan dicabut, jarang ade, tumbuh e di kaki pohon, kecik tapi kuat"
"..."
"Wangi e dak dipunye bunge yang laen"

Paparan sederhana memukau, sayang tak semua fragmen terekam sempurna
Hanya satu yang tumbuh kuat ...

"Walau jarang, jadilah melati"

....

”Di antara orang-orang mu'min itu ada para rijal yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada  yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah (janjinya),” (The Holy Quran Surah Al Ahzab ayat 23)

Allahu 'Alam

(Original Writing by Reza Ervani, dalam sebuah kenangan indah tentang bunda)


Posted at 04:16 am by FOSILRAM
Make a comment  

Bukan Setengah Isi Setengah Kosong

Bukan Setengah Isi Setengah Kosong
Bismilahirrahmanirrahiim

   Ruang Pelatihan di Sebuah Gedung di Bandung, Sekitar Februari 1999
Nama besar Himpunan Mahasiswa yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia itu ternyata masih cukup menarik wajah-wajah baru yang baru saja resmi berstatus mahasiswa.

Mungkin impian untuk menggoreskan sejarah di buku kehidupan bangsa sudah lama hadir di benak mereka. Walau beberapa tokoh kontroversial negeri ini pun pernah berstatus orang penting di organisasi itu. Dari pemikir liberal hingga oportunis ulung.


Semangat itu menyala ...
Setidaknya pada diri sang pemateri malam itu.
Dengan semangat ia menggugat eksistensi Allah, Robb Sekalian Alam. Logikanya dijalankan, entah cerdas, entah sok tahu.
Wajah-wajah baru peserta pelatihan berkerut, mencoba membantah dan berkelit dengan sisa-sisa keyakinan dalam dada.

Mereka kalah, kehabisan kata.

Lewat tengah malam istirahat dimulai, masjid di komplek pelatihan jadi penginapan yang hangat, walau ratusan nyamuk terus berjaga-jaga. Sekian pasang mata susah terpejam mempertanyakan keyakinan diri sendiri.

Semakin larut, gelap, ide-ide mati ditelan kantuk yang semakin dalam.

Subuh menjelang ...

Masjid kecil itu masih sunyi.

Seorang pemuda bangun, mengambil wudhu, mengumangkan adzan, menunggu sejenak sambil mengelilingkan pandangan mencari-cari sosok panitia, atau setidaknya pembicara tadi malam, tak perlu lama, ia ambil keputusan melantunkan iqomah, lalu menjadi imam sekaligus ma'mum subuh pagi itu.

Seusai dzikir dan doa pendek untuk masa depan, ia kemas perlengkapannya, memakai sepatu baru hadiah orang tuanya, lalu dengan pasti meninggalkan panitia dan peserta yang masih larut dalam mimpi.

Pagi itu, dua pertujuh hari yang disebut oleh organisasi mahasiswa itu sebagai masa kaderisasi, sang pemuda tadi belajar sesuatu, bahwa dia harus teguh, dalam prinsip yang sedang tumbuh di tanah yang benar, menjaganya dari angin yang merusak sebelum pohon itu tumbuh kuat, hingga nanti dahannya yang tertinggi mengantarnya ke keabadian sejati.

Bukan Setengah Isi Setengah Kosong, tapi berisi penuh, hingga sesuatu yang baru akan larut di dalamnya memberikan rasa dan warna.

Bukan Setengah Isi Setengah Kosong, jika sampai pada titik jenuh maka wadah pun kemudian ditambah seiring waktu dan pendewasaan

Bukan Setengah Isi Setengah Kosong, yang jika meluap, membanjiri sekitarnya dengan berbagai rupa dan cerita.

Berat karena berisi, sehingga teguh dan indah ...

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu".(Al Quran Al Karim Surah Fushshilat ayat 30)

(Original Writing by Reza Ervani)

Posted at 03:34 am by FOSILRAM
Make a comment  

Saturday, July 29, 2006
Biarkan Ku Kembali

Biarkan aku kembali,
Bermain, berlari, berputar, menari

Biarkan aku kembali,
Berkhayal melayang terbang jauh tinggi,

Biarku pejamkan mata
Mengenang kembali masa kecilku

(Indra Lesmana)

Disini Satu tahun yang lalu, ada kenangan,
Disini Dua tahun yang lalu, ada banyak kenangan,
Disini Tiga tahun yang lalu, kutemukan kekuatan
Disini Lima tahun yang lalu,  kucari makna

.....

Biarkan sejenak ku kembali,
menghitung luka yang belum sempat terobati
merapikan amanah yang belum terbeli
mencuci hati yang masih sering terkotori
agar langkah ini tak pernah lagi terhenti
hanya karena seakan esok tidak pernah pasti

Biarkan ku kembali,
Berikan yang bisa kubagi

(Original Writing by Reza Ervani, 
Akhir Juli 2006, menjelang kehadiran AVENTIZe di Salman ITB
To Kang Wanda & Ridwan, thanxs a lot)

 

 

 

 


Posted at 03:34 pm by FOSILRAM
Make a comment  

Wednesday, May 10, 2006
Ku Ingin Mencintai Untuk Ketenangan

Ku Ingin Mencintai Untuk Ketenangan

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.(QS. Az Zumar 23)

Ku ingin mencintai Untuk Ketenangan
Tak Menggantinya dengan Sedikitpun Butir Harapan tanpa Tuan


Ku ingin mencintai Untuk Ketenangan
Mengalirkan bening-bening kaca dalam lembaran indah nan damai

Ku ingin mencintai Untuk Ketenangan
Terhanyut damai dalam nada-nada langit dan bumi

Ku ingin mencintai Untuk Ketenangan
Dalam NamaNya, Karena NamaNya, Untuk NamaNya
Walau kadang hati goyah karena cinta tanpa makna
Ku tetap ingin mencintai Untuk Ketenangan

Ku ingin mencintai Untuk Ketenangan
Dalam takut dan harap
Cemas dan Rindu
Menyerahkan segenap cerita dalam genggamanNya

Ku ingin mencintai Untuk Ketenangan
Selamanya ....

(Original Writing by Reza Ervani, Mari Belajar Mencintai Quran)


Posted at 11:47 pm by FOSILRAM
 

Thursday, October 27, 2005
Trainer Spesialis Manusia

Trainer Spesialis Manusia

Kisah yang mungkin nyata ...

Kisah tentang dua trainer muda ....
Sedang naik daun ....
HP mereka kini sering berdering ...

Hingga suatu waktu ...
Sebuah perusahaan besar ...
Mengirimkan mereka lembaran mimpi ...
Sebuah tawaran yang bisa memutar cepat roda kehidupan ...

Ada debar tak menentu kali pertama membaca huruf-huruf yang terangkai ...
Dua pasang mata di tempat yang berbeda sama menerawang ...
Seakan menatap langit walau sebenarnya tak pernah sampai dimana-mana
****

Dengan cepat anak muda pertama mengumpulkan semua buku yang dipunya
Merunut kembali materi - materi yang pernah dibuat atau digubah
Memikirkan tepuk tangan meriah para pendengar ...
Mencoba merancang penampilan tanpa cacat ...

Keningnya berkerut ...
Semakin berkerut ...
Malamnya mulai tak tenang ...
Sementara pena belum lagi menggoreskan apa - apa ...
Sidik jari baru di tombol - tombol komputer pun belum lagi terbentuk ..

Terbayang sudah impian yang melayang ...
Padahal hari penentu belumlah pula datang ...

*****

Di tempat lain ...
Seorang yang berusia sama meletakkan lembaran masa depan itu dengan tenang ...

Dibukanya jendela ...
Mendengar kicau indah burung gereja yang berterbangan lepas ..
Menikmati sisa-sisa hujan yang indah ...

Beberapa saat kemudian ...
Dibalut jaket tipis yang sederhana ...
Langkahnya mengayun ringan di jalanan ...
Sangat ringan ...

Setengah jam pertama ...
Dia temukan keceriaan anak - anak yang berkejaran bola di lapangan tak berumput ...

Setengah jam kedua ...
Dia temukan sepasang kakek nenek yang romantis sepayung berdua ...

Setengah jam ketiga ...
Dia temukan gerutu seorang pejalan kaki yang gaunnya terciprat air hempasan roda angkot yang kejar setoran ...

Setengah jam keempat ...
Dia temukan pengamen kecil yang bernyanyi sambil menggigil ...

Setengah jam kelima ...
Setengah jam keenam ...

Dia pun menuliskan sesuatu di hati ...
Cukuplah kehidupan sebagai materi
Cukuplah keseharian menjadi guru
Cukuplah hidup sebagai teladan
Cukuplah diri sebagai cermin ...

Karena dia hanyalah seorang lemah
Yang hanya mampu mencoba memahami sesosok makhluk misteri ...
Bernama manusia ...

Dia hanyalah seorang trainer spesialis manusia ...

Tidak lebih ...

(Original Writing by Reza Ervani, for All TCIers)


Posted at 02:04 pm by FOSILRAM
Make a comment  

Monday, October 17, 2005
Sepenggal Cerita dari KRD Padalarang - Cicalengka

Maafkan Kakak ya Dik ...

Sore yang indah pada mulanya.
Bertiga kami bercanda tentang esok hari, rangkaian mimpi dan untaian harapan.

Kereta tua, lusuh dan hampir tak layak pakai kebetulan datang tepat waktu.
Kenikmatan sore bulan suci yang hampir sempurna, saat gerbong-gerbong mulai bergerak perlahan.
Hampir sempurna ... sebelum episode itu hadir ...

Seorang wanita muda menyanyikan lagu yang mengiris ... sepenuhnya masih enggan untuk berbelas kasih, karena lazim sudah pemandangan seperti itu ...

Suara nyanyian itu mendekat. Hati tiba-tiba bergetar hebat ...

Seorang anak kecil digandeng "paksa" oleh wanita itu. Wajahnya lugu dan lucu, tapi tak bisa menyembunyikan raut lelah dan tak berdaya di binar matanya yang sayu. Langkahnya gontai, antara sadar dan tidak sadar dia ayunkan bekas bungkusan snack sebagai penampung logam-logam recehan. Tangan kecilnya terayun tanpa tenaga ...

Tidak, aku tidak menangis karena lagu itu. Aku menangis melihat wajah kecilmu.

Duh, Ya Robb, jujur ingin diri ini memeluk bocah kecil itu. Memelukmu dalam hangat, tak peduli kau lusuh dan kotor, aku ingin cium pipimu, mengajakmu bermain dalam canda yang ceria. Aku ingin binar lelah matamu berganti harap gembira akan bahagia esok hari.

Andai aku bisa, aku ingin gantikan dirimu dengan apapun yang kumiliki.
Andai aku mampu, takkan kubiarkan engkau berjalan dari gerbong ke gerbong, untuk uang yang tak pernah kau nikmati.

Tapi aku belum bisa Dik ..
Belum bisa ...

Maafkan aku Dik,
Maafkan ...

Tapi aku janji, akan tiba masa aku kan mencari wajah mungilmu di gerbong-gerbong tua, agar bisa kupimpin tanganmu, kupeluk tubuh mungilmu, agar dapat selalu kulihat wajah ceriamu di penat dunia yang jahat, menjagamu sepenuh hatiku ...

Maafkan aku Dik,
Maafkan ya ...

(Original Writing by Reza Ervani, Untuk Adik Kecil Itu, Maafkan Kakak ya Dik ...)


Posted at 03:36 pm by FOSILRAM
Make a comment  

Sunday, August 21, 2005
AKANKAH DIA BERCERITA TENTANG KITA ?

AKANKAH DIA BERCERITA TENTANG KITA ?

Langkahnya terayun perlahan ...
Lelaki kecil itu tampak lusuh dan berkeringat. Tas kecil yang disandangnya juga tampak berdebu kesat. Wajahnya resah, seakan ribuan beban menggantung di punggungnya. Majalah usang yang dibawanya dari bus ke bus tampak tidak berubah jumlahnya.

Ketika teman sebelahnya bercanda melepas penat, dipaksanya untuk tersenyum, walau tampak tenaga telah habis untuk sekedar mengangkat sisi bibir.

Adzan mengumandang.
Tak ada yang menahan, langkahnya ringan melangkah ke halaman masjid raya ...

Sebuah helaan nafas mengiringi tangannya yang meletakkan halaman-halaman sumber nafkahnya sejenak di atas tempat wudhu.

Perlahan, dia usapkan titik-titik air ke pekat kulit tubuhnya, menikmati setiap sejuknya yang menggerus dosa dan penat yang melekat sedari pagi.

... ... ...

Ketika ditanya kenapa masih berdiri, ruku dan sujud, dia pernah bercerita sederhana ...
Cerita yang lebih merupakan harapan yang dalam.

"Ahhh, andaikan kanjeng Nabi Muhammad masih ada, tentu bapak bisa cerita tentang anak bapak yang ingin sekolah, istri yang tak pernah mengeluh tentang asap di dapur yang jarang tampak ..."

Cerita yang dijeda sejenak dengan panggilan harapan baru dari bus yang datang dengan penumpang-penumpang berpeluh itu berlanjut :

"Kalau pun tak bisa disini, mudah-mudahan nanti kalau sudah mati bapak masih bisa cerita semuanya pada kanjeng Nabi ..."

Akankah dia cerita tentang kita, tentang da'i yang hilang empati, tentang juru dakwah yang sibuk, tentang harapannya yang hanya menjadi komoditas materi ceramah dan orasi kita.

Semoga tidak ....
Semoga tidak ....

(Original Writing by Reza Ervani, di hari-hari disaat harus mulai belajar sabar)


Posted at 07:23 pm by FOSILRAM
Make a comment  

REUNI

REUNI

"Eh bu haji .... "
"Subhanallah, Euis, sugan teh saha ..., kumaha damang ?"
"Alhamdulillah, ayeuna linggih dimana ?"
"Abdi di lembur tengah, ari ibu dimana ?"

....

Dialog itu kejadian nyata dalam sebuah angkot di belahan kota Bandung. Bincang berikutnya benar-benar sebuah reuni masa kecil, tentang masa SD yang dilewati dengan jalan kaki berdua di pematang sawah, guru yang baik dan galak, teman-teman sepermainan.

Ah semua kudengar begitu indah, .... kerut di wajah kedua wanita yang tampak sudah cukup berumur itu berganti dengan rona bahagia, mata mereka menerawang penuh kebahagiaan, mengenang sejenak masa-masa riang bersama-sama. Senyum pun mengukir lepas ...

Tiba-tiba terkenang diri dengan sebuah ayat dalam Kitab Suci nan mulia :

Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surah Al-Ankabut (29): 5]


Ya, nanti disana, sebuah reuni abadi akan terjadi. Tidak saja reuni dengan mereka yang kita sayangi, tapi juga dengan Sang Pencipta Yang Maha Cinta.

Ada sapa hangat yang tak dimiliki oleh selain penghuninya.

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. [Surah Maryam (19): 62]


Bahkan reuni dengan para malaikat yang mulia :

"Salamun ’alaikum bima shabartum". Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. [Surah Ar-Ra’d (13): 24]


Jangan lewatkan acara reuni akbar itu, karena tak ada yang lebih berharga daripada hari pertemuan itu ...

“Maka barang siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia beramal dengan amal yang soleh dan tidak syirik dalam beribadah kepada Tuhannya dengan sesiapapun." (Q.S. Al-Kahfi ayat 110 )


Semoga kita bertemu disana nanti.
Amin

Allahu 'Alam

(Original Writing by Reza Ervani)

Posted at 07:19 pm by FOSILRAM
Make a comment  

Tuesday, June 21, 2005
Dari Guruku

Merendahlah,

engkau kan seperti bintang-gemintang

Berkilau di pandang orang

Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi

Janganlah seperti asap

Yang mengangkat diri tinggi di langit

Padahal dirinya rendah-hina

(K.H. Rahmat Abdullah)

(Guru Kami Tersayang, Ada Kenangan Indah bersamamu.... )


Posted at 08:12 am by FOSILRAM
Make a comment  

Tuesday, May 17, 2005
Sahabat Sejati

friendship

SAHABAT SEJATI

"Pembicaranya udah datang belum ..."
"Orangnya yang mana akh ?"
"Ane juga nggak tahu, ane cuma kontak via email .."

Dialog itu benar terjadi,

****

Selang dua tahun kemudian dialog lain kembali terjadi antara dua orang lelaki di dalam bus AC antar kota dalam propinsi

"Subhanallah ..."
"Ya, itulah hidup akh banyak dinamikanya ..."

*****

Percaya atau tidak, pembicaraan sekitar tiga jam dari terminal ke terminal itu dimulai dari sebuah perkenalan pendek lewat email. Dua orang yang tidak pernah kenal sebelumnya, kini bisa bercerita tentang diri mereka masing-masing, hidup mereka bahkan cita-cita besar mereka.

Percaya atau tidak, bermula dari ucapan,"Oooh ... antum ya orang yang di email itu ...", berlanjut dengan cerita tentang keluarga, anak, impian masa depan, bahkan duka, lara, masalah dan air mata.

Ya, sebab persahabatan itu masalah hati, bukan masalah tingkatan dan kasta, persahabatan itu masalah cinta, menembus ruang dan masa, kekal bahkan mampu mengantar ke syurga.

*****

"satu golongan yang akan mendapat naungan Allah dihari Kiamat ketika tidak ada naungan lain selain naungan Allah: ..... Dua orang sahabat yang bertemu dan berpisah karena Allah ...." (Potongan Hadits Rasulullah Muhammad saw)

(Original Writing by Reza Ervani, Sebuah Persembahan buat Bang Aswi, ane kangen antum ...)

Posted at 09:48 pm by FOSILRAM
Make a comment  

Next Page